Wednesday, August 21, 2013

Lima Makhluk Paling Ekstrim di Dunia

Terdapat beberapa makhluk hidup lain yang terbukti jauh lebih kuat daripada manusia.  Makhluk-makhluk hidup ini digelar "extremophiles". Mereka mampu bertahan hidup dalam lingkungan yang sangat panas, dingin, kering, masin, masam, bertekanan tinggi, atau mengandungi radioaktif.

Berikut adalah lima makhluk paling ekstrim di dunia seperti diwartakan oleh NationalGeographic.com.

1. Tardigrade dan tiaras [Gambar atas]
Berukuran sekitar 1 milimeter, tardigrade termasuk dalam jenis polyextremophile dan mampu hidup dalam berbagai kondisi ekstrim.

Tardigrade dapat bertahan dalam keadaan suhu teramat sejuk iaitu dari negatif -200 darjah celsius hingga -151 darjah celsius, mampu bertahan di lingkungan kurang air dan oksigen serta dalam kondisi alkohol yang mendidih. Makhluk ini juga ribuan kali lebih tahan terhadap paparan radiasi berbanding manusia.

Tardigrade bertahan hidup dengan berubah menjadi cryptobiosis ketika berada dalam keadaan yang bukan biasa. Bentuk ini membuatnya "mati suri" kerana beberapa sistem tubuhnya, seperti metabolisme, mati sementara. Kondisi ini boleh berlangsung puluhan tahun.
 

2. Udang Air Masin
Udang air masin adalah halofil makhluk yang hidup di The Great Salk Lake, Utah. Tempat hidup makhluk ini memiliki kandungan garam sepuluh kali ganda lebih banyak daripada lautan.

Kemampuan udang air masin untuk bertahan hidup di tempat ekstrim ditunjang oleh tubuhnya. Udang ini memiliki bagian luar tubuh yang kedap air sehingga menguntungkan kerana air masin hanya boleh masuk melalui mulutnya.

Makhluk ini memiliki dua pam, insang dan kelenjar khusus pada leher, yang mampu menyaring garam dan membuat kandungan garam pada tubuhya tetap seimbang.

Udang air masin juga memiliki tiga jenis hemoglobin, protein yang berguna untuk mengikat oksigen dalam darah, yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan kandungan garam di dalam air.

3. Cacing Ais Metana
Cacing ais metana sekilas mirip dengan alien. Makhluk ini ditemui pada tahun 1997 di dasar laut Teluk Mexico.

Makhluk datar, berwarna merah muda, dan sepanjang dua inci ini ditemui bersembunyi dalam longgokan metana. Mereka dijangka juga hidup pada bakteria yang tumbuh pada metana.
 

Hasil penelitian yang dijalankan, diketahui bahawa cacing ini memiliki rambut tipis yang tumbuh di sekitar tubuhnya.

Cacing ais metana bertahan hidup dengan ganggang dan mirip cacing. Namun, sistem reproduksi, metabolisme, dan pertumbuhannya seakan sudah "dirancang" untuk dapat bertahan hidup dalam keadaan yang beku.

Ia dapat bertahan hidup dalam suhu kosong darjah celsius, tetapi boleh mencair dan mati ketika suhu meningkat menjadi empat darjah celsius.
 
4. Mikroba Rushing Fireball
Mikroba rushing fireball adalah makhluk yang mampu bertahan dalam kondisi panas ekstrim. Makhluk ini masih mampu hidup walaupun berada dalam suhu panas 1.000 darjah celsius.

Makhluk bernama Pyrococcus furiosus ini pertama kali ditemui oleh Karl Stetter di laut di Vulcano Island, Italia.

Russell mcLendon dalam Mother Earth News melaporkan bahawa para pengkaji kini sedang membangunkan jenis mikroba rushing fireball yang mampu bertahan dalam keadaan lebih sejuk serta memiliki "selera" terhadap karbondioksida. Makhluk tiruan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar.

5. Bakteria Tahan Radiasi
Bakteria tahan radiasi adalah Dienococcus radiodurans. Bakteria ini ditemui hampir lima puluh tahun yang lalu dalam ketulan daging yang sudah disterilkan dengan radiasi.

Ketika terpapar dengan radiasi, tubuh Dienococcus radiodurans akan pecah, tetapi ia akan mampu kembali lagi ke bentuk asalnya.

Guiness World Record mencatat bakteria yang juga disebut mikroba Lazurus ini sebagai makhluk hidup paling tahan radiasi. Makhluk ini mampu menahan paparan radiasi 3.000 kali lebih banyak yang mampu diterima manusia.

Bakteria tahan radiasi ini kini sedang dikembangkan oleh para penyelidik. Mereka memikirkan kemungkinan memanfaatkan bakteria ini untuk melindungi manusia daripada paparan radiasi yang berasal dari kemoterapi dan sinar matahari. [
NationalGeographic.com]

3 comments:

Mizz Aiza (Dunia Kecil) said...

subhanallah.. hebatnya makhluk ciptaan Allah..

Herdoni Wahyono said...

Makhluk hidup yang mampu bertahan di lingkungan yang ekstrim. Karunia Ilahi yang diberikan kepadanya. Fakta dimana manusia bisa 'belajar' darinya. Info yang menarik. Terima kasih. Salam cemerlang.

Kucing Hitam said...

ekstrem2 ngaku2