Saturday, January 28, 2012

Badai Matahari: Bagaimana Bumi Mengatasinya? Perlukah Pelindung Suria?

Stanford - Ledakan matahari membuat Bumi dihujani partikel energetik dan radiasi skala tinggi. Fenomena ini akan lebih kerap terjadi dan memuncak pada tahun 2013.

Peramal cuaca dari South African Space Weather Office, Kobus Olckers, menasihati masyarakat supaya tidak melakukan aktiviti di luar ruangan semasa badai berlaku kerana peningkatan aktiviti matahari menghasilkan paparan radiasi ultraviolet dalam jumlah besar. Jika terpaksa, gunakan alat pelindung suria dengan efektiviti tinggi, minimum SPF 45.


Ahli astronomi dari Stanford University Todd Hoeksema mengatakan, radiasi ultraviolet meningkat hingga ribuan kali ganda ketika terjadi ledakan matahari. Namun, jumlah itu hanya terasa ketika manusia berada di luar angkasa atau di angkasa lepas. Di permukaan bumi, jumlah radiasi ultraviolet sama dengan kondisi normal. Bagaimana bumi mengatasinya?

Manusia beruntung tinggal di Bumi yang memiliki atmosfera. Lapisan udara setebal 400 kilometer ini menahan limpahan sinar ultraviolet. Partikel di atmosfera akan memecah atau hancur dan menyerap energi berbahaya tersebut. Menurut Hoeksema, perlindungan ini dilakukan pada ketinggain 120-160 kilometer di atas permukaan Bumi.


Namun, selalu ada kebocoran semasa proses ini menyebabkan berlakuny tambahan radiasi ultraviolet di permukaan bumi dan menjilat kulit manusia tetapi Ini bukan hal yang berbahaya. "Peningkatan radiasinya minimum.


Catatan sejarah menunjukkan bahwa hujan radiasi ini terjadi hanya beberapa kali ketika matahari sangat aktif sekalipun.

2 comments:

sprei said...

bener efeknya jadi panas banget

LaLa mhdnor said...

takut nak makan benda2 camtu...