Thursday, October 8, 2009

Makanan pertama di syurga

Hadith sahih menceritakan bagaimana persoalan yang dikemukakan oleh orang Yahudi kepada Rasulullah s.a.w. untuk menguji kebenarannya. Kata Thauban (hamba dan sahabat) Rasulullah pada waktu ia bersama Rasulullah datang pendeta Yahudi bertanya beberapa persoalan kepada Rasulullah. Di antara persoalan pendeta tersebut, apakah jamuan untuk menyambut kedatangan penduduk syurga. Lalu nabi bersabda yang bermaksud: Jamuan sambutan mereka ialah hati ikan (Riwayat Muslim).

Dari Tsauban, maula Rasulullah SAW., katanya : Pada suatu waktu, ketika aku sedang berdiri dekat Rasulullah SAW., tiba-tiba datang seorang pendeta Yahudi, seraya ia mengucapkan salam:Assalamualaika ya Muhammad!” 

Lalu pendeta itu aku dorong, sehingga dia hampir jatuh. Katanya, “Kenapa engkau dorong aku?” jawabku, “Apa keberatanmu untuk menyebutkan ‘Ya Rasulullah’?” Kata Yahudi itu, “Bukankah aku telah memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya?”
Kata Rasulullah SAW. “Ya namaku Muhammad! Dan itulah nama yang diberikan keluargaku kepadaku.” Kata Yahudi, “Aku sengaja datang hendak bertanya kepada kamu.”
Jawab Rasulullah SAW., Akan adakah gunanya jika kujawab pertanyaanmu itu?” Yahudi: “Akan kudengar dengan kedua telingkau.”

Rasulullah SAW ; (menggaris-garis tanah dengan tongkatnya – agaknya beliau sedang berfikir atau menunggu wahyu – lalu baginda berkata) : “Silakan bertanya!………………….
” Yahudi : “Apa yang mereka makan ketika mula-mula masuk syurga.”
 
Rasulullah SAW: “Ujung hati ikan!” Yahudi: “Apa yang mereka makan sesudah itu?” Rasulullah SAW: “Disembelihkan untuk mereka lembu syurga yang digembalakan dipinggir-pinggir syurga itu.“…………………………..
Yahudi: “Jawaban kamu benar belaka. Dan kamu memang sesungguhnya Nabi!” Kemudian dia pergi. maka bersabda Rasulullah SAW., “Sesungguhnya aku pernah ditanya orang seperti apa yang ditanyakan Yahudi itu. Mulanya aku belum tahu apa-apa mengenai masalah itu, tetapi Allah mengajarkannya kepadaku.

1 comment:

AJK Program S300 said...

Bagus citer ni bang,seronok baca...