Tuesday, June 23, 2009

Tarif Baru Elektrik Naik? Komen dan Pandangan Daripada Pengguna...

Sedar ke tuan tuan, bahawa bill elektrik untuk pengguna di kediaman tuan tuan telah dinaikkan dari 0.218/Khw kepada 0.286/Khw...????

Tak percaya cuba lihat sendiri.. teman baru sedar pagi tadi setelah mendapati penggunaan bulanan bill elektrik naik mendadak....

Bermakna telah ader kenaikan tanpa kiter sedari. Siapa yang meluluskan kenaikan kadar tarif letrik tersebut....???

Tak kan sebab bayar kat IPP 17 Billion setahun, rakyat terpaksa menanggung beban tersebut....
(dpd fikirlasendiri)
***********************************************************************************
Mungkinkah ini adalah lanjutan dari reserve margin yg digunakan dipersetujui oleh Kerajaan utk dinaikkan dari 20-30% kpd 46%...... membuat Kerajaan dgn sewenang-wenangnya menaikkan kadar tariff letrik ni bagi menampong kos pembayaran berkenaan........

Sebenarnya kita tidak perlu reserve margin yg sebegitu tinggi...... sedangkan di Jepun reserve marginnya hanyalah 1% sahaja dan negara2 maju hanya memerlukan kurang dari 10%.........teman tak nampak kenapa kita memerlukan reserve margin yg sebegitu tinggi.........

Pimpinan PR di Parlimen harus melihat perkara ini dgn lebih serius kerana yg menanggungnya adalah rakyat dan rakyat terpaksa membayar lebih dari apa yg mereka tidak gunakan........hasil kedunguan pemimpin dalam berurusan dgn IPP melalui perjanjian PPA mereka..........kita memberi keuntungan yg melampau kpd IPP ( MALAKOFF dan YTL) tanpa rakyat sedari....
[tokJongos]
***********************************************************************************
saya tengok kat laman TNB,
- utk domestic use, penggunaan bawah 400KWH sebulan, first 400kWh, tariff 0.218/KWH.
- untuk penggunaan melebihi 400KWH sebulan, first 500kWH, tariff 0.286/kWH

tariff ni effective 1/3/09.
Rujuk http://www.tnb.com.my/tnb/tariff/newrate_domestic.htm

Cuma saya nak faham bill letrik fikirlahsendiri. Sebab tariff lama masih 0.218/kWH. Rujuk http://www.tnb.com.my/tnb/tariff/download/tariff_booklet_Eng2008.pdf.

Maaf, saya cuma nak faham struktur bill fikirlahsendiri aje.

Setuju dgn TokJongos, IPP untung atas angin. Reserve % tinggi sangat. Rugi.[ pok_aji
Laskar Muda]
*********************************************************************************
sumber :TKO

Monday, June 22, 2009

Berita Dari Indonesia : Malaysia Remehkan Indonesia

Abdul Hadi WM:[suaramerdeka.com/]

image

KASUS model asal Indonesia Manohara Odelia Pinot dan Raja Kelantan Tengku Muhammad Fakhry serta konflik Ambalat memanaskan lagi hubungan diplomatik dan budaya antara Malaysia dan Indonesia. Sejak sama-sama berdiri tahun 40-an, hubungan bilateral selalu pasang surut. Ada kalanya panas, ada kalanya mesra. Untuk mengetahui kenapa pasang-surut itu terjadi, berikut wawancara dengan Prof Dr Abdul Hadi MW, pengajar Universitas Paramadina yang tahun 1991-1997 menjadi penulis tamu dan pengajar di Universiti Sains Malaysia.

Hubungan Malaysia-Indonesia memanas lagi sampai-sampai Wapres Jusuf Kalla menyatakan kita siap berperang. Menurut pandangan Anda, apa sebab relasi Indonesia-Malaysia begitu rapuh?
Ya jelas masalah politik dan ekonomi. Harap diingat, kolonialisme yang memisahkan negara-negara di Asia Tenggara. Pada masa kolonial itu, komposisi kependudukan Malaysia adalah China, Melayu, dan India. Usaha kolonial untuk memisahkan ras-ras itu tampaknya berhasil.
Tentu ada kelompok rasial yang tidak senang Malaysia dekat dengan Indonesia karena secara kultural, etnik dan agama memang satu rumpun. Mereka bermain dalam percaturan politik dalam negeri di Malaysia yang kemudian berdampak pada hubungan dengan Indonesia. Biasa, mental kolonial itu menganggap bahwa hal-hal yang berkaitan dengan budaya tradisional Asia lebih rendah.
Dulu percaturan politik dan ekonomi Indonesia lebih diperhitungkan di kawasan Asia, tapi belakangan Malaysia menggungguli. Apa superioritas ekonomi Malaysia sekarang yang membuat mereka cenderung memandang rendah Indonesia?
Dilihat dari segi ekonomi, mereka memang merasa lebih unggul dan berhasil. Tentu mereka akan memperlakukan negara-negara di sekitarnya, termasuk Indonesia yang belum berhasil membangun ekonominya itu sebagai bagian dari ekspansi ekonomi mereka.
Penggerak ekonomi di sana tidak hanya dari rumpun Melayu. Jangan lupa, pengusaha di sana banyak yang terdidik secara Barat. Dan tidak bisa disalahkan ada segi rasialnya juga. Apalagi Singapura. Ini harus diakui oleh mereka sendiri.
Adakah pemimpin yang tampil di negara itu turut berperan memperkeruh hubungan kedua negara?
Pemimpin-pemimpin Malaysia, dari Mahathir hingga sekarang itu kan orang-orang Melayu didikan Barat yang dekat dengan pemikiran kolonial yang menganggap Batat atau Inggris itu contoh segala-galanya. Dari segi kultur, orang-orang Melayu merasa memimpin dunia Melayu. Kemelayuan itu kan ada dua, di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia tidak terbangun karena kesalahan pemerintahan. Kaum intelektual Indonesia, kalau berbicara tentang Melayu, rujukannya selalu Malaysia. Kita lupa bahwa di Indonesia juga ada Melayu.
Kalau orang berbicara Islam, kan selalu berpikir, oo.. Islam yang di Jawa. Kita lupa bahwa Islam yang di Melayu ini yang menjadi perekat dengan Melayu di Indonesia.
Belakangan ini banyak karya budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Dari batik, reog, sampai saman dari Aceh mereka promosikan sebagai budaya Melayu.
Itu setengahnya tidak salah. Banyak orang Malaysia yang keturunan Jawa dan Aceh. Sejak lama mereka punya batik Melayu, batik Kelantan. Tapi orang Indonesia tidak mau menegaskan ada batik Jawa, ada batik Pekalongan, ada batik Madura. Lalu dalam kajian-kajian tentang seni, batik itu pengaruh China pada budaya Jawa. Pengaruh Islam-nya mana, pengaruh Persi-nya di mana, tidak ditegaskan.
Kita di Indonesia dididik hindusentris. Ada islamophobia di dalam penelitian ilmiah di Indonesia. Nah, Islam-nya itu yang diklaim oleh Malaysia. Dalam sastra Melayu kan pengaruh Islam sangat kuat. Di Indonesia itu tidak dipelajari, tapi di sana, karena merasa orang Melayu, mereka mempelajari dan mengembangkannya.
Kerajaan Melayu kan terdiri atas Samudera Pasai, Malaka, dan Aceh Darussalam. Dari tiga kerajaan itu, satu ada di Malaysia (Malaka), dan satu di Indonesia. Sejarawan kita menganggap perkembangan kebudayaan Melayu selalu dimulai dari Malaka. Makanan empuk bagi mereka. Lupa bahwa Samudera Pasai lebih dulu dari Malaka. Dan Aceh itu selalu dianggap Aceh saja, padahal Aceh Darussalam itu sumber peradaban Melayu. Persepsi sejarah ini mereka manfaatkan bahwa pusat kebudayaan Melayu itu Malaka. Jadi Indonesia itu hanya periferal Kerajaan Malaka.
Itu sudah ada sejak zaman Inggris dan Belanda, dan masuk ke dalam pemikiran kaum intelektual dan negarawan Indonesia. Pelopor sastra Melayu modern itu selalu dikatakan Abdullah bin Abdulkadir Munzi di Malaysia. Padahal di sini ada Raja Ali Haji. Ada Hamzah Fansuri di Aceh yang lebih dulu. Tapi kita tidak mau mengangkat.
Kecenderungan orang Malaysia memandang rendah Indonesia sepertinya mulai menguat saat kita mengirimkan TKI ke sana. Anda juga melihatnya demikian?
Jelas. Keunggulan ekonomi itu memang sesuatu yang penting. Sejak awal 70-an, pemerintah kita belum berhasil membangun ekonomi dengan baik. Akibatnya, Malaysia selalu menganggap rendah Indonesia.
Mereka itu kan orang-orang yang memiliki kompleks inferioritas terhadap orang Indonesia dalam pencapaian intelektual. Dan setelah maju secara ekonomi, mereka ingin membalas, merasa lebih unggul, dan menganggap orang Indonesia yang bekerja di sana lebih rendah.
Pada tahun 70-an, orang Indonesia dibawa ke Malaysia untuk mengatasi ketimpangan populasi Melayu dengan etnis China. Tapi hubungan dengan perusahaan-perusahaan, baik milik ras Melayu maupun China yang semula mesra kemudian berbalik menjadi hubungan perbudakan.
Ada hal menarik. Di satu sisi, mereka merasa lebih unggul, tapi di sisi lain tidak. Bahkan musik dan sinetron Indonesia, begitu meraja di Malaysia. Mereka berkiblat ke kita.
Ya. Tapi itu bisa menyebabkan kecemburuan para seniman di sana. Dan lagi, yang secara umum kita ketahui kan hanya di bidang musik dan film. Sebetulnya, bukan hanya di bidang itu. Di bidang sastra, ilmu pengetahuan, pemikiran keagamaan, mereka juga berorientasi ke sini.
Sayangnya, kita memperlakukan pemikiran kita setengah hati. Pemikiran pada pemikir Islam di Indonesia seperti Hamka atau M Natsir dipelajari di perguruan tinggi di Malaysia. Buku-buku Pramoedya, Ahdiat Kartamiharja, Hamka, dijadikan teks wajib di sana.
Mereka ingin lebih setara dengan seniman-seniman Indonesia. Tapi tidak berhasil juga. Secara tradisi, Indonesia memang jauh lebih unggul. Tapi usaha mereka untuk memperkenalkan karya tentang kemelayuan ke dunia internasional, sangat tinggi, dibiayai pemerintah. Kesusastraan Malaysia itu diperkenalkan ke mana-mana. Tapi lihat, bagaimana pemerintah memperlakukan sastrawan kita. Temasuk kajian kita tentang budaya Melayu.
Apa yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan kembali hubungan antara kedua negara yang lebih harmonis?
Upaya yang terbaik, pemerintah mesti bertindak tegas dan cepat terhadap, pertama, kalau berhubungan dengan pelanggaran wilayah, seperti kasus Ambalat dan Sipadan-Ligitan. Cepat panggil Dubes Malaysia di sini.
Yang kedua, pemerintah harus menangani setiap kasus perlakuan terhadap TKI di sana. Saya lihat Dubes RI di Malaysia itu tidak pernah membantu sejak dulu sampai kasus Manohara sekarang. Lepas tangan saja, sepertinya kita itu tunduk.
Yang ketiga, dalam hukum internasional, kita harus aktif mendata pulau-pulau yang kita miliki dan memberikan batas wilayah. Jangan lupa, mereka membangun angkatan laut dan angkatan udara yang kuat. Sementara angkatan bersenjata kita semakin lemah. Kita terlalu mengandalkan pertahanan rakyat. Zaman Soeharto masih efektif, karena rakyat masih punya patriotisme. Tapi sekarang, saat tingkat kemiskinan demikian tinggi, tidak ada pertahanan rakyat.
Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia harus punya pusat kebudayaan di Malaysia, Filipina, dan sebagainya. Martabat kita ada di situ. China, misalnya, punya tokoh-tokoh besar di bidang intelektual, kesenian, segala macam. Indonesia, bangsa yang begini besar ini, punya filsuf tidak, punya sastrawan tidak, punya ilmuwan tidak, punya nabi juga tidak. Indonesia menjadi bangsa yang rapuh karena pencitraan semacam itu tidak dibangun. Padahal, kita punya tokoh-tokoh besar yang dikagumi di Malaysia dan Asia Tenggara.
Sekarang di Facebook muncul slogan ”Malaysia Trully Indonesia”. Apa komentar Anda?
Ya bagaimana.. Di Malaysia itu, museumnya tidak terlalu bagus. Isinya banyak benda dari Indonesia. Tapi itu diaku sebagai museum terbesar di Asia Tenggara. Padahal, benda-benda Islam-nya dari Sumatera, Jawa. Ya seperti Museum Malaka yang memamerkan peninggalan sejarah Hang Tuah, Hang Lekir, Hang Jebat, dan sebagainya.
Tapi mereka memiliki kelebihan di bidang ekonomi dan politik, mereka angkat di situ. Sedangkan kakak tua ini (Indonesia), miskin secara ekonomi, jadi seperti raksasa yang lumpuh.
Barangkali harus menunggu ekonomi kita lebih kuat?
Ya, tapi ekonomi dan kebudayaan itu kan dua sisi dari mata uang yang sama. Kadangkala ekonomi yang makmur memengaruhi perkembangan kebudayaan, kalau ada kesadaran tentang kebudayaan. Kalau tidak, ya akan begini saja, terus-nenerus berpikir kebendaan. Tapi ada kalanya kebudayaan yang membangkitkan ekonomi.
Selain ekonomi yang lebih mapan, promosi budaya dan wisata Malaysia di luar negeri gencar sekali. Bukankah itu membuat klaim mereka terhadap produk-produk kebudayaan Melayu makin menyudutkan Indonesia?
Ini juga menyangkut infrastruktur pengetahuan kita. Dalam dunia pariwisata, misalnya, Indonesia selama ini berorientasi ke zaman Hindu. Yang bisa dijual ya cuma Bali, Prambanan, Borobudur. Lupa bahwa setelah zaman Hindu ada zaman Islam. Ada juga zaman Kristen berkembang seperti di Ambon, Batak, Manado. (38)

Profil:

ABDUL Hadi Wiji Muthari

lahir di Madura 24 Juni 1946.

Dia memperoleh pendidikan di Fakultas Sastra dan Kebudayaan serta Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada. Gelar PhD dia peroleh dari Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan, Universiti Sains Malaysia. Selain mempelajari kesusastraan Melayu/Indonesia dan falsafah Barat, dia juga mempelajari kebudayaan dan kesusastraan Timur. Sebagai penyair, dia telah menhadiri berbagai pertemuan sastrawan internasional. Puisi dan esai-esainya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Bukunya antara lain Riwayat, Laut Belum Pasang, Potret Panjang Pengunjung Pantai Sanur, Cermin, Meditasi, Tergantung Pada Angin, Anak Laut Anak Angin, Pembawa Matahari dan Madura, dan Luang Prabhang.

4 perkara yang dibimbangi Rasulullah saw

by sulaiman (nasbunnuraini.wordpress.com)

Rasulullah saw bersabda, perkara yang aku takuti atas umatku adalah perut besar (banyak makan), banyak tidur, malas dan lemah keyakinan (Riwayat Daruquthni melalui Jabir r.a)

Baginda bimbang apabila umatnya terlalu kenyang kerana ia boleh menyebabkan mereka malas untuk berjihad.Jika sesuatu kaum tidak melakukan kerja pada jalan Allah, mereka akan diganti:

At-Taubah [39]Jika kamu tidak pergi beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah membela agamaNya), Allah akan menyeksa kamu dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya dan Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak akan dapat mendatangkan bahaya sedikitpun kepadaNya dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

CARA ZIKIR DAN WIRID SELEPAS SOLAT

by sulaiman (nasbunnuraini.wordpress.com)

Bagaimanakah cara berzikir dan berwirid selepas solat menurut as-Sunnah? Kebiasaannya, masyarakat kita hari ini hanya mengikut amalan yang kita warisi dari orang-orang terdahulu dan kita tidak pernah bertanya dari mana sumbernya. Masyarakat kita juga sering berfikir bahawa asalkan amalan tersebut nampak baik maka tidak ada salah ianya dilakukan. Namun begitu, elok juga kita melihat beberapa dalil dan pandangan para ulama’ mengenai isu ini bagi tujuan menilai semula amalan kita sama ada ia benar-benar menepati maksud al-Qur’an dan hadis Rasulullah (sallahu’alaihi wasallam).

Firman Allah (subhanahu wata’ala) yang maksudnya;

“Dan sebutlah serta ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut, dan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang. Dan janganlah engkau menjadi dari orang yang lalai.”

(Surah al-A’raaf, ayat 205)

Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas.”

(Surah al-A’raaf, ayat 55)

“Wahai manusia! Kasihanilah diri kamu kerana bukanlah engkau menyeru kepada Zat (Tuhan) yang pekak lagi jauh. Sesungguhnya engkau sedang menyeru kepada Zat yang Maha Mendengar lagi dekat bersama kamu”

(Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi dan Ibn Majah)

Banyak riwayat menunjukkan Rasulullah (sallahu’alaihi wasallam) ada berzikir dan berdoa’ selepas solat tetapi ia TIDAK dilakukan dengan cara beramai-ramai (berjemaah) secara berkekalan dan ianya dilakukan mengikut adab yang betul. Imam as-Syafi’i (rahimahullah) ada menyebut perkara ini yang di antara lain menyatakan bahawa:

“Saya (Imam Shafi’i) memandang baik bagi imam dan makmum, bahawa berzikir kepada Allah, sesudah selesai daripada solat. Kedua-duanya menyembunyikan zikir, kecuali jika dia (imam) mahu mengajar orang lain. Maka imam mengeraskan suaranya, sehingga dia melihat orang telah mempelajari daripadanya. Kemudian dia merendah (memperlahankan) suaranya.”

(Kitab al-Umm, Jilid 1)

Imam an-Nawawi (rahimahullah), ketika mengulas kaedah-kaedah berzikir selepas solat berjemaah, juga bersetuju dengan kesimpulan Imam as-Syafi’i (rahimahullah). Rujuk al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab.

Imam al-Baihaqi (rahimahullah) ada menyebut bahawa:

“Bahawa zikir dan doa’ sesudah solat harus disirrkan (perlahankan) kecuali jika imam ingin mengajarkan zikir itu kepada manusia, maka dijaharkan (dikuatkan) supaya dapat dipelajari. Apabila sudah selesai dipelajari dan diketahui, maka zikir dan doa’ itu harus disirrkan (diperlahankan).”

(Kitab Zikir dan Doa’-Doa’ Rasulullah (sallahu’alaihi wasallam), Sunan al-Kubra)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (rahimahullah) juga menyebut perkara yang sama bahawa:

“Tidak disukai mengeraskan suara waktu berzikir dan berdoa’. Demikianlah juga pendapat golongan salaf dari para sahabat dan tabi’en (orang selepas sahabat).”

(Kitab Fath ul-Baari, syarah Sahih Bukhari)

Kesimpulannya, para ulama’ bersetuju bahawa berzikir/berwirid selepas solat adalah secara bersendirian dan dilakukan secara perlahan-lahan. Berzikir secara beramai-ramai dengan suara yang kuat boleh menimbulkan gangguan kepada jemaah lain yang sedang bersolat iaitu bagi mereka yang masih meneruskan solat kerana terlewat (makmum masbuq) dan juga bagi mereka yang sedang solat sunat selepas itu (sunat ba’diah).

Sunday, June 21, 2009

Berkenaan Hubungan Ibu Susu & Status Anak Angkat

a. Sekiranya seorang wanita menjadi ibu susu kepada seorang bayi perempuan, apakah bentuk hubungan yang terjalin antara bayi perempuan tersebut dengan wanita tersebut, suami wanita tersebut dan antara bayi perempuan tersebut dengan anak-anak wanita tersebut. Bagaimana dengan batasan aurat di antara mereka?

b. Status anak susuan berbeza daripada anak angkat. Bagaimana batasan aurat seorang anak angkat lelaki/perempuan dengan keluarga angkatnya? Sekiranya seseorang itu tidak mengetahui tentang statusnya sebagai anak angkat, dia berada dalam sesebuah keluarga seperti biasa sehinggalah diberitahu ketika dia sudah dewasa. Setelah mengetahui status sebenar, apakah tindakan yang perlu dilakukan dari sudut keterbatasan aurat?

c. Bolehkan suami kepada wanita susuan menjadi wali pernikahan kepada anak susuan?

d. Sekiranya berlaku kesilapan teknikal seperti tertukar bayi ketika penyerahan bayi oleh pihak hospital, tanpa disedari oleh ibu bapa itu, bagaimanakah kedudukan anak tersebut?

Kiriman Hayati, KL

Jawapan

a) Bayi perempuan tersebut akan diiktiraf dalam Islam sebagai anak susuan dan mahram kepada wanita itu, dan wanita itu pula akan diiktiraf dalam Islam sebagai ibu susu kepadanya. Hasil dari itu akan terhasil ikatan pengharaman kahwin secara kekal (buat selama-lamanya) di antara suami susu dan anaknya.

Susuan bagi bukan bayi tidak akan menghasilkan ikatan mahram kekal ini, demikian menurut Majoriti mazhab. Syarat untuk sabit hubungan mahram melalui susuan itu adalah susu ibu itu mesti sampai ke perut bayi samada melalui mulut dan hidung, manakala jika melalui telinga, suntikan dan dubur maka ia tidak di kira. (Rujuk Al-Muhazzab, 2/156; Tabyin al-Haqaiq, 2/185 ; Al-Ikhtiyar, 3/120 ; Syarh Qanun al-Ahwal al-Syakhsiyyah, Dr As-Sartowi, ms 104).

Apabila sabit mahram susuan, maka haram kumpulan berikut haram berkahwin secara kekal dengan bayi perempuan itu (Rujuk Bidayatul Mujtahid, 2/33):-

  • i- Suami wanita susuan kerana ia di anggap ayah kepada bayi itu.
  • ii- Ayah serta datuk kepada ibu susunya.
  • iii- Anak-anak lelaki kepada ibu susunya.
  • iv- Cucu-cucu lelaki ibu susunya.

b) Batasan aurat adalah seperti adik beradik kandung.

Dalil bagi kedudukan di atas adalah dari firman Allah :

Ertinya :"(Antara yang haram kahwin adalah) Ibu-ibu kamu yang telah menyusukan kamu dan adik-beradik susuan kamu" (An-Nisa : 23)

Dalil ini mengharamkan kahwin kepada seluruh usul dan adik beradik. Juga Nabi SAW bersabda ertinya :"Apa yang jadi haram disebabkan susuan adalah seperti apa yang diharamkan kerana keturunan"

Islam tidak menggalakkan konsep anak angkat tanpa sebarang ikatan yang diiktiraf Islam, ia jauh berbeza dengan anak susuan, anak angkat adalah dikira sebagai orang asing di dalam rumah, maka semua batasan aurat perlu di jaga sebagaimana wanita di luar rumah. Ia adalah satu fenomena yang tidak sihat menurut Islam.

Dan jika seseorang hanya tahu statusnya sebagai anak angkat hanya ketika ia telah dewasa, maka bermula dari ia sedar..semua batasan aurat mesti dijaga sebagaimana yang di tuntut oleh islam kepada lelaki dan perempuan yang bukan Mahram.

c) Bapa susuan tidak boleh menjadi wali kepada anak susuannya.

d) Adapun andaian tertukar bayi ketika di hospital atau klinik adalah amat jarang berlaku. Dan jika ia benar-benar tertukar dan di luar pengetahuan ibu bapa. Maka anak pada hemat saya akan menjadi anak susuan , ia adalah kerana sudah pasti anak itu akan menyusu dengan si ibu tadi, dan dengan hanya 3 kali kenyang hasil dari penyusuannya, sabitlah status anak susuan. Manakala hubungan lain yang tidak diketahui, maka adalah dimaafkan. Sebagaimana hadith : " Diangkat tanggungan dari seseorang manusia kerana tiga perkara : Tidur sehingga bangun, Bayi sehingga baligh dan gila sehingga sedar". Maka bab tiada pengetahuan yang shohih dalam hal ini juga termasuk dalam hal di atas. Dan ia akan kekal demikian sehinggalah maklumat yang sebenar dapat diketahui

Sekian

Ust Zaharuddin Abd Rahman

Hikmah Dibalik Pengharaman Babi

Al-Irsyad Surabaya
Assalamualaikum Wr Wb Bismillahirrohmaani rrohiim

Al Dakwah.org- Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.

Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.

Mengetahui hal itu, mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?” Beliau menjawab, “Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia.”

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu darikeduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, “Saudara-saudara, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.

Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya.”

Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari,memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya.
Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM

Saturday, June 20, 2009

JAMBATAN KETIGA GANGGU OPERASI PELABUHAN

Mahathir Mohamad menegaskan, pembinaan jambatan ketiga yang menghubungkan Changi, Singapura dan bahagian timur Johor, Malaysia tidak sesuai kerana ia akan mengganggu perjalanan kapal ke Pelabuhan Pasir Gudang.

Dapat pahala jemaah walaupun telah selesai

by sulaiman

Mereka yang tidak mendapat jemaah, tetap mendapat pahalanya. Dalam sebuah hadith disebut, maksudnya: Berkata Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda, sesiapa yang telah berwuduk dengan cara yang baik, kemudian terus ia menuju (ke masjid) tetapi didapati orang ramai telah selesai dari bersembahyang (jemaah) Allah swt akan mengurniakan kepadanya pahala (solah jamaah) sama dengan mereka yang hadir berjemaah, dengan tidak mengurangkan sedikit pun pahala (solah) jemaah mereka.

Huraian

1) Di dalam hadith tersebut dengan terang telah disebutkan, iaitu pahala bagi orang yang pergi ke masjid selepas berwuduk di rumahnya, walaupun beliau mungkin telah terlambat untuk menyertai solah jemaah, tetapi pahala dari Allah swt tetap ada baginya, ini disebabkan beliau telah berusaha untuk berjemaah bersama dengan orang Islam lain.

2) Pahala yang dikurniakan itu adalah sama banyak dengan mereka yang hadir, dan sempat bersolah jemaah, tanpa mengurangkan sedikit pun pahala mereka, bahkan pahala bagi orang yang berusaha mendapat solah berjemaah itu tidak diambil dari pahala mereka. Malah pengurniaan yang berasingan yang seimbang dengan pahala mereka yang berjemaah itu.

Oleh sebab yang demikian kita seharusnya bersedia ke tempat solah berjemaah, walaupun telah terlambat. Perasaan tidak mahu pergi ke masjid yang jemaahnya telah selesai, semestinya dikikiskan, dan dihindarkan dan kita, supaya kita tetap mendapat pahala jemaah dengan menghadiri diri ke tempat sedemikian walaupun terlewat masanya.

Thursday, June 18, 2009

Sultan Johor Tidak Mahu Jambatan Ke-3

sumber:Johordaily

JOHOR BAHRU - Sebelum ini Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Mentor Singapura telah membuat perbincangan mengenai Jabatan ke-3 antara Johor dan Singapura. Namun hari ini Sultan Johor Sultan Iskandar bertitah , Baginda tidak bersetuju dengan cadangan pembinaan jambatan ketiga antara Malaysia dan Singapura di bahagian Johor Timur.

Titah Sultan Iskandar itu disampaikan melalui Tunku Mahkota Johor Tunku Ibrahim Ismail semasa berucap mewakili ayahandanya pada perasmian persidangan Dewan Undangan Negeri Johor, di Kota Iskandar, Nusajaya.

"Saya dititahkan oleh Duli Yang Maha Mulia Tuanku bahawa Tuanku tidak setuju dengan cadangan untuk membina jambatan ketiga," kata Tunku Ibrahim Ismail.

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak baru-baru ini mengumumkan mengenai minat Singapura membina jambatan ketiga bersama Malaysia apabila hasrat itu dilahirkan oleh Menteri Mentor Singapura Lee Kuan Yew pada pertemuan mereka di Putrajaya.

Sebelum ini bekas Perdaana menteri, Tun Dr. Mahathir Mohamad juga melahirkan rasa tidak senangnya mengenai pembinaan jambatan tersebut. Mahathir berkata, Singapura hanya menentingkan diri sendiri dan hanya mahukan pasir dari Malaysia.

Dalam titah yang disampaikan menerusi Tunku Mahkota itu juga, Sultan Iskandar menasihatkan rakyat supaya menyambut langkah kerajaan untuk membina ekonomi yang maju.

"Sungguhpun ada masalah ekonomi pada masa kini, namun rakyat perlu yakin bahawa ekonomi negeri Johor ada asas-asas yang kuat," titah baginda.

Tuesday, June 9, 2009

Kisah Pendayung Sampan

Suatu hari, seorang Professor yang sedang membuat kajian tentang lautan menumpang sebuah sampan.

Pendayung sampan itu seorang tua yang begitu pendiam. Professor memang mencari pendayung sampan yang pendiam agar tidak banyak bertanya ketika dia sedang membuat kajian.

Dengan begitu tekun Professor itu membuat kajian. Diambilnya sedikit air laut dengan tabung uji kemudiandigoyang-goyang; selepas itu dia menulis sesuatu di dalam buku. Berjam-jam lamanya Professor itu membuatkajian dengan tekun sekali. Pendayung sampan itu mendongak ke langit. Berdasarkan pengalamannya dia berkata di dalam hati, 'Hmm. Hari nak hujan.' Baca seterusnya...

' OK, semua sudah siap, mari kita balik ke darat' kata Professor itu.

Pendayung sampan itu akur dan mula memusingkan sampannya ke arah pantai... Hanya dalam perjalanan pulang itu barulah Professor itu menegur pendayung sampan...

'Kamu dah lama kerja mendayung sampan?' Tanya Professor itu.

'Hampir semur hidup saya.' Jawab pendayung sampan itu dgn ringkas.

'Seumur hidup kamu?' Tanya Professor itu lagi. 'Ya'.

'Jadi kamu tak tahu perkara-perkara lain selain dari mendayung sampan?' Tanya Professor itu.

Pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepalanya. Masih tidak berpuas hati, Professor itu
bertanya lagi, 'Kamu tahu geografi?'

Pendayung sampan itu menggelengkan kepala.

'Kalau macam ni, kamu dah kehilangan 25 peratus dari usia kamu.'

Kata Professor itu lagi, 'Kamu tahu biologi?'

Pendayung sampan itu menggelengkan kepala.

'Kasihan. Kamu dah kehilangan 50 peratus usia kamu. Kamu tahu fizik?' Professor itu masih lagi bertanya...

Seperti tadi, pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepala.

'Kalau begini, kasihan, kamu sudah kehilangan 75 peratus dari usia kamu.Malang sungguh nasib kamu, semuanya tak tahu.Seluruh usia kamu dihabiskan sebagai pendayung sampan.' Kata Professor itu dengan nada mengejek dan angkuh. Pendayung sampan itu hanya berdiam diri.

Selang beberapa minit kemudian, tiba-tiba hujan turun. Tiba-tiba saja datang ombak besar. Sampan itu dilambung ombak besar dan terbalik.Professor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung sampan itu bertanya,

'Kamu tahu berenang?'

Professor itu menggelengkan kepala.

'Kalau macam ini, kamu dah kehilangan 100 peratus nyawa kamu.' Kata pendayung sampan itu sambil berenang menuju ke pantai.


Morale of the Story:

Dalam hidup ini IQ yang tinggi belum tentu boleh menjamin kehidupan.

Tak guna kalau kita pandai dan tahu banyak perkara jika tak tahu perkara-perkara penting dalam hidup.

Adakalanya orang yang kita sangka bodoh itu rupanya lebih berjaya dari kita. Dia mungkin bodoh dalam bidang yang tidak ada kena mengena dengan kerjayanya, tetapi 'MASTER' dalam bidang yang diceburi.

Hidup ini singkat. Jadi, tanyalah pada diri sendiri,untuk apakah ilmu yg dikumpulkan jika bukan untuk digunakan dan boleh digunakan?


Hikmat Inspirasi:

Kepuasan itu terletak pada usaha bukannya pada pencapaian.

Usaha sempurna adalah kemenangan...